Fiqih Ramadhan

Fiqih Ramadhan

Penulis: Abul Aswad Al Bayaty

Ramadhan diawal kali kita mengenal hidayah sunnah dengan  segala ketaatan  yang  kita  lakukan  di  dalamnya. Mushaf kecil yang selalu kita  baca di malam-malam  penuh berkah. Ramadhan yang mengingatkan masa-masa indah berbuka puasa bersama keluarga serta orang-orang yang kita cintai. Dan yang paling berkesan dari Ramadhan ialah kedekatan kepada Allah. Zat yang telah menciptakan kita, Zat yang seringkali  kita  lalaikan yang barangkali tak  kita dapatkan kedekatan serupa di bulan lain selain Ramadhan.

Bahagia, haru, rindu, sedih bercampur  menjadi satu menjelma menjadi satu perasaan yang sukar untuk diungkapkan  kata-kata.  Kami  berdoa  kepada Allah ta’ala agar menganugrahkan  dan menambahkan  kepada kita semua rasa cinta kepada-Nya, semangat berittiba’/ mengikuti sunnah  Rasul-Nya shalallahu  ‘alaihi wa  sallam. Dan juga  kerinduan  untuk senantiasa  berjumpa  dengan bulan Ramadhan bu Ian yang suci lagi mulia.

Perlu untuk kita fahami bersama bahwa kualitas ibadah kita di bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan sangat  tergantung  dengan  dekat  dan jauhnya  kita  dari sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagaimana yangtelah diisyaratkan sendiri oleh penghulu anakturun Adam ‘alaihissalam dalam haditsnya yang mulia

“Betapa   banyak  orang  yang   berpuasa   tidak mendapatkan   dari   puasanya  kecuali   hanya  lapar,  dan betapa banyak orang yang shalat malam tidak mendapatkan dari shalatnya  kecuali  lelahnya  begadang”. (HR. lbnu Majah: 1690 dishahihkan oleh Al-Imam Al-Albanido/am Shahih At-Targhib Wat-Tarhib: 1/453)

Link download Ebook: https://drive.google.com/file/d/1G9meLYYEGsGRifS0Q-WaWdntB59qJxl2/view?usp=sharing

baca secara online:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *